Senin, 20 April 2009

SEEKOR BURUNG YANG BERBAHAYA BAGI ANDA


Seorang penjahat memang harus kreatif, apalagi dimasa sekarang ini. Banyak hal yang harus dipelajari mulai dari teknologi sampai kursus singkat untuk menambah keahlian mereka. Diantaranya kursus hipnotis, beladiri,gendam dan banyak lagi. Berbagai Mediapun bisa dijadikan sarana mulai dari berpura-pura sebagai pedagang,penolong bahkan aparat. Sudah banyak kejadiannya yang bisa kita baca di Koran ,majalah dan korbannya pun cukup banyak baik dari kalangan biasa sampai orang kaya dan berpendidikan. Aneh memang masih ada saja yang hobi menjadi penjahat meskipun resikonya cukup besar.

Kali ini saya akan sedikit mengulas sebuah pengalaman unik yang begitu nyata dan luar biasa. Kejadiannya saya alami sendiri. Ceritanya cukup singkat dan begitu alami. Waktu itu saya sedang jalan jalan di tepian pasar. Seperti biasanya saya melihat-lihat barang barang dagangan kaki lima disepanjang Pasar Jatinegara Jakarta. Sore yang panas jalanan macet begitu banya berlalu lalang orang. Saya asyik memperhatikan hewan dagangan salah satunya kera dan banyak jenis lainnya. Memang sesekali cukup menarik dan sangat menyenangkan berjalan di pasar rakyat. Aneka dagangan murah dengan model pemasaran tradisional untuk memperdaya konsumen terus dilakukan.

Setelah beberapa menit berlalu saya kembali berjalan sekedar menikmati keramaian pasar. Tanpa disadari seorang bapak tua dengan memegang bungkusan kertas mengikuti perjalanan saya. Dia terus saja mengikuti. Sebenarnaya saya tidak peduli, lagian apa yang diharapkan dari saya waktu itu cuman penampilan biasa dan gak banyak bawa uang.

Mungkin dipikiran bapak itu lain, melihat saya yang jarang datang kepasar apalagi sekedar berjalan-jalan di kaki lima. Saya ternyata menjadi incarannya sebagai sasaran empuknya. Tak ada sedikitpun kecurigaan dimata saya yang jelas saya hanya sedikit kasihan melihatnya karena penampilannya yang kurang terurus. Dengan penasaran akhirnya saya berani menolehnya dan memberikan kesempatan untuk dia. Bapak tua itu dengan memelas dia bilang ingin menjual burung, katanya burung jalak Bali. Jarak Bali seekor burung langka yang dilindungi. Tapi sabar yang menjadi focus disini bukan burungnya namun model kejahatannya. Lalu saya saranin kenapa nggak jual ke kantoran saja, burung sebagus itu pasti banyak yang suka. Bapak itu tetap ngotot ingin menjualnya ke saya. Dia bilang ini murah dik cumin kalau gak salah Rp. 350.000,00 . Memang untuk ukuran seekor burung jalak yang langgka sangat murah sekali harganya bisa jutaan. Ada sedikit keanehan ternyata harga yang ditawarkan beliau itu tidak melebihi uang dalam saku saya, Ini sangat aneh sepertinya dia sudah bisa menebak uang dalam saku celana saya.

Semakin lama orang itu semakin tidak sabar. Dengan terus mengejar saya dia seolah memaksa saya harus membeli barang dagangannya. Tanpa sadar saya pun penasaran dan meminta beliau menunjukan burungnya kepada saya. Dia pelan-pelan membuka bungkusan itu dan memang terlihat seekor burung didalamnya namun tak tahu pasti apakah Jalak Bali atau bukan. Saya cuek dan memang tak tertarik saya suruh dia menutup kembali, dansaya tinggalkan. Orang disekitar saya seolah tak peduli dan biasa saja melihat kejadian itu seolah sudah biasa terjadi.

Sebenarnya saya lolos dari jebakan mereka?

Mereka ingin membuat tipuan terhadap saya namun saya masih terselamatkan. Entah kenapa karena target mereka salah, saya bukan seorang penggemar burung. Saya hanya menyukai hewan- hewan besar. Kenapa mereka tidak menawarkan saya harimau, srigala atau lainnya (he..he…)

Beberapa hari kemudian saya bertemu teman saya. Dari wajahnya terlihat cukup kesal. Saya tiba dan menghampirinya, seolah tanpa sabar dia langsung ingin segera bercerrita. Saya pun duduk dan mencoba untuk mendengarkan ceritanya. Akhirnya saya tahu semuanya..ternyata pacarnya baru saja kena tipu. Seekor burung telah dibelinya dengan ditukar sebuah HP miliknya. Awalnya sebenarnya tidak tertarik namun burung itu bisa bernyanyi Garuda Pancasila dan banyak lagi,. Dengan menggunakan sedikit hipnotis akhirnya tertipu juga. Sampai dirumah ternyata itu hanya seekor burung biasa dengan harga murah dan tidak bisa apa apa. Ternyata ada sebuah sindikat kejahatan yang menggunakan fasilitas burung sebagai sarana untuk aksi mereka.

Kelompok ini biasanya berjumlah lebih dari satu dan mereka membuat sekenario, seolah mereka tidak saling mengenalnya. Nanti jika ada korban yang lainnya akan berusaha agar korban segera masuk perangkap dan membeli burung yang mereka pasarka.

Lalau apa kaitan dengan kejadian yang salah alami apa ada hubungannya?

Tentu saja ada, setelah saya ceritakan kejadian saya pada teman mereka menanggapinya dengan serius, sebenarnya itu suatu tindakan penipuan yang akan dilakukan kepada saya namun karena saya kurang tertarik amaka tipu dayanya tidak berhasil. Model burung didalam bungkusan kertas seperti itu lebih parah lagi jika kita ambil dan dibuka bungkusannya lalu tangan mereka akan menyentuh bagian bawah kertas sehingga burung terkejut dan terbang keluar. Ini sebuah praduga namun masuk logika juga. Akhirnya korban akan disuruh mengganti rugi karena terbangnya burung. Bukan bearti burung harus dibeli dan dibawa pulang. Burang yang ada pasti palsu makanya harus terbang.

Dari kejadian diatas maka dapat ditarik kesimpulan model kejahatan diatas

1. Seekor burung dijadikan alat untuk menipu korban

2. Sasaran orang yang membawa uang kontan atau barang berharga

3. Lokasi tempat umum, kendaraan umum

4. Model penipuan dengan menjual burung seolah pandai berkicau, bernyanyi dan menerbangkan burung itu untuk mendapatkan ganti rugi.

Semoga tidak akan terjadi lagi korban untuk penipuan burung seperti ini. Model kejahatannya sudah tahu jika kita berada dijalaanan atau sedang main dipasar umum kita jangan mudah terkecoh jangan tergoda untuk tawaran-tawaran aneh dan tidak masuk akal. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar